Pizza Spesial ala Quikie Express

newsIni  film gokil abiz yang baru-baru ini gw tonton. pokoknya highy recomended deh!  klo loe penikmat Pizza sebaiknya harus pandai memilih. Jangan-jangan, restoran pizza yang loe tuju bukannya menjual pizza melainkan “menjual” pria-pria pemuas nafsu tante girang (TG) seperti di film Quikie Express ini.

Quikie Express adalah sebuah restoran pizza. Namun, bukan pizza yang menjadi menu utama di restoran itu, tapi justru para pengantar pizza yang jadi menu utamanya.

Di antaranya Jojo (Tora Sudiro), pria tanpa penghidupan yang jelas dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Awalnya ia bertemu Mudakir (Tino Saroengallo), pemilik Quikie Express yang selalu memburu calon gigolo (pemburu).

Setelah melalui bujuk rayu, Jojo akhirnya menerima ajakan Mudakir ke Quikie Express. Di sana Jojo bertemu dan berkenalan dengan Marley (Aming Sugandhi) dan Piktor (Lukman Sardi). Jojo, Marley, dan Piktor menjalani serangkaian tes dan pelatihan di Quikie Express. Hasilnya, mereka mampu melalui dengan baik terutama Piktor yang meraih poin memuaskan dalam urusan sexual test.

Berbagai pengalaman melayani wanita-wanita paruh baya alias “tante girang” (TG) yang haus seks, mereka lalui. Singkat cerita, ketiga pria itu menjadi gigolo kelas elit yang hanya melayani tante-tante kelas kakap. Otomatis, bayaran mereka menjadi sangat tinggi hingga akhirnya mereka bisa memiliki rumah mewah.

Dari ketiga pria itu, peran yang lebih menonjol di film Quikie Express ini yaitu Jojo. Dia mendapat konsumen kelas kakap yaitu Tante Mona (Ira Maya Sopha). Tante Mona sangat tergila-gila dengan Jojo. Dia ingin memiliki Jojo sepenuhnya.

Film yang disutradarai Dimas Djayadiningrat ini penuh dengan kejutan dan membuat penonton tercengang namun tetap mengocok perut. Kejutan-kejutan yang dihadirkan kebanyakan mengandung unsur komedi berbau seks. Namun, meski film ini bergenre komedi, penulis skenario, Joko Anwar tetap tidak melupakan kehadiran konflik dalam film ini.

Konflik bermula saat Jojo jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Lila (Sandra Dewi). Jojo bertemu Lila saat dia dan kekasih Lila bertengkar di sebuah kafe. Sejak itu hubungan mereka berlanjut hingga akhirnya Jojo benar-benar jatuh cinta pada Lila.

Karena jatuh cintanya Jojo pada Lila, membuat Jojo bertekad untuk berhenti menjadi gigolo. Sayang, keinginannya terhambat karena Tante Mona mengancam akan membuat hidup Jojo sengsara jika dia berhenti menjadi gigolo dan tidak lagi menemuinya.

Disinilah konflik demi konflik bermunculan. Serta kejutan-kejutan menggelitik muncul dan terus mengocok perut penonton lebih dari sebelumnya.

Jalan cerita film yang produseri Nia Dinata ini memang terkesan vulgar. Apalagi ada beberapa adegan serta gesture para pemain yang membuat penonton akan berpikir dan mengucap dalam hati, “ini beneran?”.

Namun, loe jangan langsung berpikir film ini hanya berorientasi pada seks semata karena film ini hanya sekadar guyon. Setidaknya, film ini membuat para penikmat film merasa lebih plong karena bisa mereka membuat tertawa.

Bagi penikmat film yang ingin menonton film hanya sekadar menghibur diri dan menghilangkan penat, tampaknya Quikie Express sangat cocok disaksikan.

Film : Quikie Express
Sutradara: Dimas Djayadiningrat
Pemain : Tora Sudiro, Aming Sugandhi, Lukman Sardi, Tino Saroengallo, Sandra Dewi, Ira Maya Sopha, Tio Pakusadewo, dan Rudi Wowor.
Skenario : Joko Anwar
Genre : Komedi
Produksi : Kalyana Shira Film

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment