Nasi Galung yang Ga Nanggung..

Gw bawa oleh-oleh dari petualangan kuliner gw weekend kemarin. ternyata di daerah bilangan pluit ada juga tempat makan yang Cozy abiz. Udah makannya enak, murah, tempatnya juga asyik pula. Kali ini gw bawa lo semua ke daerah bilangan Taman Pluit Kencana, tepatnya di RM Galung. Kalau lo penyuka hidangan pedas, nasi rames khas Pematang Siantar ini wajib untuk dicoba. Ada nasi galung yang disajikan dengan tumis suun , gulai kubis dan kentang dan teri tawar goreng yang krenyes abiz … plus sambal tauco cabai hijau yang dijamin membuat lo terengah-engah kepedasan. Makin lengkap dengan paduan lauk rendang daging, paru goreng dan ikan pari goreng yang renyah guriiih!!!

Mungkin sebagian orang agak asing dengan nasi galung. Tadinya gw juga, ternyata setelah gw pesan nasi galung ini mirip nasi rames karena langsung dicampur dengan aneka lauk pauk dalam satu piring. Nasi galung ini diberi topping berupa tumis suun, teri putih goreng, gulai kubis (berisi irisan kentang dan kol), sambal tauco plus semangkuk kecil sambal cabai hijau. Untuk lauk tambahan, gw juga sempat memesan seporsi rendang sapi dan juga ikan pari goreng. Hidangan ini disajikan di atas daun singkong rebus, persis rumah makan Padang. Aroma kari lamat-lamat menusuk hidung. Wuih… sedap nian!

Suapan pertama langsung membuktikan bahwa hidangan ini memang patut diacungi jempol. Paduan soun goreng, gulai kubis dan kacang panjang dengan bumbu tauco ini membentuk harmoni rasa asin, gurih, pedas plus aroma tauco yang unik. Rendang dagingnya empuk walaupun rasa pedasnya ternyata tak begitu ‘nendang’ seperti rendang khas Padang. Sedangkan ikan pari, digoreng sangat garing sehingga terasa kriyuk-kriyuk … begitu pula dengan teri tawar goreng yang dicocol dengan sambal hijau. Hmm..meskipun agak pedas menggigit tetapi racikan bumbu yang beraroma kari pada kuah gulai dan aroma tauco pada sambalnya benar-benar serasi dan unik!

Untuk meredakan rasa pedas, gw pun langsung mencomot es Johor yang telah tersedia di meja. Huahh… suegerrr!! Sebenarnya es Johor ini agak mirip dengan es campur, bedanya memakai kuah dari santan dengan topping serutan es yang diberi gula merah dan sirup berwarna merah menggoda. Isinya terdiri dari tapai singkong, cincau, cendol, kacang merah , kacang ijo dan sagu. Berbeda dengan es buah yang isinya berupa buah-buahan seperti kelengkeng, cincau, anggur, dan cocktail (semangka, nenas, lyche,dll) dan selasih dengan rasa yang manis pula. Keduanya pas buat penawar rasa pedas.

Miso ayam yang bikin gw penasaran ternyata tampilannya mirip soto. Kuahnya cokelat sedikit kemerahan dengan aroma kari yang lembut dan panas mengepul! Isinya mi kuning, bihun, perkedel kentang , suwiran ayam goreng plus taburan kerupuk, bawang goreng dan seledri. Rasa kuahnya sungguh eksotik, pedas, gurih dengan aroma kari yang lembut. Sangat pas disantap dengan sate kerang. Mungkin inilah jejak pengaruh India pada kuliner Medan yang sangat cantik. Rujak tahu sengaja gw nikmati terakhir. Isinya daun selada, tauge potongan tahu kuning dan disiram kuah kecokelatan mirip cuko mpek-mpek. Dilengkapi taburan kacang tanah goreng. Rasanya sangat segar, kuah yang manis pedas dan gurih memang mirip cuko dan sangat pas dipadu dengan tahu yang lembut gurih. Wah, gw benar-benar kekenyangan dan puas dengan pilihan menu makanannya ini.

Harganya ternyata murah loh. Seporsi nasi galung plus tambahan dua lauk (rendang dan ikan pari) hanya dihargai Rp 23.000,00. Untuk miso ayam cukup bayar Rp 9.000,00 dan seporsi rujak tahu Rp 10.000,00. Sedangkan masing-masing es buah dan es Johor dihargai Rp 8.000,00 per mangkuk. Wah, pokoknya tak rugi rasanya kami jauh-jauh menyambangi rumah makan ini. Ternyata, selain mantap rasanya… mantap juga harganya!! (tm van culinair)

1 Comment(s)

  1. heran, dulu waktu ayah saya berjualan di kota siantar, nasi galung itu dianggap makanan biasa… rame sih… tapi nga seheboh sekarang….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment